Hina

Esok itu seumpama harapan baru

Minda aku bepusing keliru

Sesatlah ketabahan, aku lupa menjadi berani

Sesaklah keimanan, membebankan hayat insani

 

Hati serabut dengan sejuta dosa

Yang telah membentukku cacat sentosa

Saban hari aku mengidam seorang diri

Rona warna jiwa lemah menempuh peperangan peri

 

Esok itu bagiku permainan judi hutang

Kalau menang dituntut balasan dosa piutang

Rakus mencari tombol pintu

Keluarlahlah! Berilah aku ketenangan wahai bidadari ratu!

 

Sebelum minda hilang waras

Sebelum hati menjadi keras

Sebelum senja membawa pergi burung putih merpati

Bersama-sama aku hina dalam mati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: