Tiada Arah

Aku hela keluh,

Hangat mencurah titis titis peluh

Perasan diri ditenung,

Senyuman dipasang bagai telah tawan puncak gunung

 

Biniku papan kekunci, debu tak bersuci

Lidahku berkunci, kunci di dalam laci

Sejuta perasaan emosi, sampai di mulut menjadi basi

Emosi duduk di atas kerusi, diminta berdiri takut menjadi langsi

 

Angkuh melangkah di sunyi lewat malam, leteran ibu menjadi dalam

Masuk telinga kanan, keluar telinga kiri

Terdengar tiga miaw muka pucat berseri

Kucing bermanja membawa lena, anjing menyalak membawa lari,

 

Harung hari meningkat cortisol

Kata-kata cinta makin lama tersasul

Ketenangan celexa, Prozac, citalopram dicari

Menghapus benak hitam di kepala paradigma bersiri

 

Duit bertimbun, tanpa pinta tanggungjawab pun menimbun,

Jalan sehala, berkembang jua dosa di kebun pahala,

Membersih diri dengan sejuta sabun, harap dosa menjadi embun

Supaya syurga tidak tinggal abun-abun,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: